Jumat, 02 Agustus 2013
Remaja Gaul Tapi Saleh, Mungkinkah?
Jumat, 02 Agustus 2013 by Dhany Puspito
Masa remaja memang
masa yang penuh gaya, suka cita, dan hura-hura. Tak jarang mereka bertindak semau gue,
hanya memikirkan dirinya, tanpa peduli siapa di sekitarnya dan dari mana ia
mendapatkan modal untuk bergaya. Tak sadar, di balik penampilannya ada jerih
payah orang tua. Di balik arogansinya ada sebuah harapan besar ibu dan bapaknya
untuk masa depannya.
Tetapi apa mau dikata,
cita-cita itu seakan sirna ditelan masa karena apa yang menjadi harapan orang
tua tampaknya tidak terlaksana. Itulah gambaran remaja yang menjadi korban
propaganda musuh-musuh Islam untuk menyesatkan generasi remaja Islam, dengan dalih
kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia. Para remaja lebih memilih
kehidupan yang bebas tanpa batas daripada kehidupan yang dinaungi dengan
syariat, lebih memilih maksiat daripada shalat, lebih memilih hal-hal yang
mubazir daripada berzikir.
Itulah gambaran remaja
zaman sekarang, maka janganlah menjadi remaja yang banyak gaya, karena banyak
bergaya pasti akan banyak dosa apabila banyak dosa, maka tidak lain neraka
adalah tempatnya. Rasulullah saw bersabda,“Tidak akan
bergeser kaki seorang manusia dari sisi Allah, pada hari kiamat (nanti), sampai
dia ditanya (dimintai pertanggungan jawab) tentang lima (perkara): tentang
umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya digunakan untuk apa, hartanya
dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta bagaimana di mengamalkan
ilmunya” (HR At-Tirmidzi)
Perlu kita sadari bahwa
karena kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan
telah merusak moral kaum muslimin terutama oleh sebagian remaja di sekitar
kita. Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang mestinya menjadi pegangan telah
ditinggalkan oleh sebagian besar remaja saat ini, sebagai gantinya mereka
rame-rame menghadapkan wajah dan pikirannya kepada orang-orang barat yang pada
umumnya mereka adalah orang-orang kafir.
Agama Islam sangat
memberikan perhatian besar kepada upaya perbaikan mental para remaja. Karena
generasi muda hari ini adalah para pemeran utama di masa mendatang, dan mereka
adalah pondasi yang menopang masa depan umat ini. Oleh karena itulah, banyak
ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah saw yang mengingatkan kita untuk
senantiasa membina dan mengarahkan para remaja kepada kebaikan. Karena jika
mereka baik maka umat ini akan memiliki masa depan yang cerah, dan generasi tua
akan digantikan dengan generasi muda yang saleh.
Rasulullah saw
bersabda, “Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam
naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali
naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada
Allah …”.
Hadits yang agung ini
menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap hal-hal yang mendatangkan
kebaikan bagi seorang remaja muslim, sekaligus menjelaskan keutamaan besar bagi
seorang pemuda yang memiliki sifat yang disebutkan dalam hadits ini.
Maka tak ada waktu
lagi selain sekarang untuk mengubah kebiasaan lama yang bergelimang dosa
kita ganti dengan kebiasaan yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat serta
mengusahakan kebaikan bagi dirinya dan membiasakan diri untuk selalu menetapi
amal saleh dan ibadah kepada Allah Ta’ala, agar kita termasuk ke dalam golongan
orang-orang yang mendapatkan keutamaan dan kemuliaan besar dari Allah. Wallahu’alam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 Responses to “Remaja Gaul Tapi Saleh, Mungkinkah?”
Posting Komentar