Senin, 04 Maret 2013

Kewajiban Hijrah Takkan Hilang Di Telan Zaman

Rasulullah saw pernah berpesan kepada kita dalam salah satu hadits: “Aku perintahkan kalian lima hal yang Allah telah perintahkan aku dengannya: Mendengar dan taat, jihad, hijrah dan jamaah.”(HR. Ahmad dan Tirmidzi). Kelima hal ini tidak dapat dipisahkan, semuanya saling berkaitan dan melengkapi. Suatu ketaatan pasti didahului dengan mendengarkan suatu perintah atau larangan, taat dalam melaksanakan suatu perintah ataupun taat dalam meninggalkan larangan-larangan Allah.
Begitu pun antara jihad, hijrah dan jamaah. Tidak ada jihad tanpa hijrah dan jamaah. Kalau kita lihat perjalanan Rasulullah dalam dakwahnya Beliau berhijrah dari Mekkah ke Yastrib, yang kemudian nama Yastrib diganti dengan Madinah yang berarti  “kota”, atau “tempat berlakunya tuntunan agama” atau “tempat peradaban”. Di sanalah Rasulullah saw menyusun kekuatan masyarakat Islam atau jamaah, yang dimulai dengan mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar, sampai pada pembangunan Masjid Nabawi sebagai pusat dakwah dan ibadah. Semuanya dilakukan untuk membangun kekuatan, baik kekuatan akidah maupun fisik untuk persiapan jihad melawan orang-orang yang menghalang-halangi dakwah Islam.
Bila kita lihat realita hari ini, banyak orang mengabaikan syariat hijrah ini. Mereka menganggap hijrah pada zaman ini sudah tidak ada lagi. Hijrah sudah tak perlu dilakukan, menurut mereka, padahal Rasulullah pernah bersabda, dalam riwayat dari Abu Qirshafah ra, “Wahai manusia! Berhijrahlah kalian dan berpegang teguhlah kepada Islam. Karena hijrah tidak akan pernah berhenti selama jihad masih ada.” (H.R. Thabrani, Majma’uz-Zawa’id)
Rasulullah telah menegaskan bahwa Jihad fi Sabilillah akan terus berlangsung sampai menjelang hari kiamat, yaitu sampai masa bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh orang mukmin setelah masa Imam Mahdi dan turunnya Isa as. Rasulullah bersabda “Pada ubun-ubun kuda perang senantiasa tertambat kebaikan sampai hari kiamat, yaitu pahala dan harta rampasan perang.” (HR Al-Bukhari, Kitabul Jihad)
Rasulullah juga menegaskan bahwa hijrah senantiasa menyertai jihad. Karena jihad terus berlangsung sampai menjelang hari kiamat, maka hijrah juga akan terus berlangsung sampai menjelang hari kiamat. Sebagaimana sabda Nabi saw, “Sesungguhnya hijrah tidak akan pernah terputus selama masih ada jihad.” (HR Ahmad)
Keberlangsungan hijrah ini juga dikuatkan dalam sebuah hadits dari Mu’awiyah ra yang berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Hijrah tidak akan pernah terputus sampai taubat tidak diterima lagi, dan taubat tidak akan pernah terputus sampai matahari terbit dari tempat tenggelamnya (arah barat)” (HR Ahmad dan Abu Daud, Kitab Al-Jihad)
Naif rasanya bila ada sebagian kaum muslimin menganggap hijrah pada zaman ini sudah tidak relevan lagi, padahal begitu besar balasan dari Allah bagi siapa saja yang rela meninggalkan tanah kelahirannya untuk melaksanakan syariat hijrah ini. Tentunya hijrah dengan sebenar-benarnya dan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan dalam nash, baik Al-Qur’an maupun hadits. Allah menjanjikan surga bagi orang yang berhijrah seperti disebutkan oleh Rasulullah saw, “Sesungguhnya setan menghalang-halangi jalan masuk Islam seraya berkata, ‘Kamu masuk Islam lalu meninggalkan agamamu dan agama bapak juga kakekmu, maka ia mengabaikannya dan masuk Islam, kemudian setan menghalang-halangi di jalan hijrah seraya berkata, kamu hijrah lalu meninggalkan kampungmu, perumpamaan hijrah seperti penunggang kuda sepanjang masa, lalu dia mengabaikannya dan berhijrah, kemudian ia menghalang-halangi di jalan jihad seraya berkata, ‘Kamu melawan keinginan dan mengorbankan hartamu, kemudian kamu berperang lalu mati hingga istrimu dinikahi lagi dan hartamu dibagi-bagikan.’ Ia tidak tergoda, lalu berjihad. Rasulullah saw kemudian bersabda, “Barang siapa di antara kalian melakukan demikian, kemudian ia mati atau terbunuh, tenggelam, jatuh dari kendaraan, Allah berkewajiban memasukannya ke surga.” (HR Muslim). Wallahu’alam

Tags:

0 Responses to “Kewajiban Hijrah Takkan Hilang Di Telan Zaman”

Posting Komentar

Download

Subscribe

Donec sed odio dui. Duis mollis, est non commodo luctus, nisi erat porttitor ligula, eget lacinia odio. Duis mollis

© 2013 BERJUANG DI JALAN KEBENARAN. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks