Selasa, 14 Februari 2012
Kaki pincang yang menghantarkan ke Surga
Selasa, 14 Februari 2012 by Dhany Puspito
Tokoh
dari Bani Salamah ini memiliki empat orang putra yang semua pemuda pemuda gagah
berani yang selalu siap siaga dalam setiap menyambut seruan jihad dari
Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM . ia merasa kecewa karena cacat kaki
yang menjadikan ia pincang menjadikan ia gagal meraih kemulian sebagai ahlul
Badar. Ia tidak bisa ikut perang Badar karena tidak lolos seleksi dari
Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM . Beliau SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM memberi rukhsoh kepada mereka yang cacat untuk
tidak ikut berangkat perang dan bisa digantikan oleh anggota keluarga lain
seperti anak laki laki yang cukup umur atau budak laki laki yang bisa
mengangkat senjata atau membawa perbekalan perang. Padahal ia telah menyiapakan
segala sesuatunya dengan matang untuk bisa melengkapi tiga ratus tiga belas
orang lainnya menuju medan Badar, tapi apa mau dikata Rasulullah SHALLALLAHU
ALAIHI WA SALLAM dengan tegas melarang
ia untuk keluar Madinah. Dan ia harus taat kepada Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI
WA SALLAM . sebagai gantinya maka anak anaknya adalah pemuda pemuda yang
menyumbang andil besar bagi kemenangan kaum muslimin di Badar. Orang tua yang
pincang itu adalah Amr bin Jamuh
Lain
Badar lain pula dengan Uhud. Semenjak tidak ikut dalam peperangan Badar.
Kesedihan selalu menghinggapi Amr bin Jamuh, ia telah bertekad untuk meraih
syahid di medan jihad. Ia akan merayu Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM dengan segala cara dan upaya untuk diijinkan
ikut berperang bila telah tiba seruan itu.
Kini
telah tiba berhembus aroma syurga dari Uhud dan seruan berperangpun telah
disampaikan kepada kaum muslimin. Amr bin Jamuh r.a lalu pergi menemui Nabi Shallallahu
Alaihi Wa Sallam memohon kepadanya agar
diijinkan turut berperang, ia berkata “Ya Rasulallah, putra-putraku bermaksud
hendak menghalangiku pergi berperang bersama anda. Demi Allah, aku amat
berharap kiranya dengan kepincanganku ini aku dapat merebut surga”·
Karena permintaannya yang amat sangat, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberinya ijin untuk turut. Maka diambilnya alat-alat senjatanya, dan dengan hati yang diliputi oleh rasa puas dan gembira, ia berjalan berjingkat-jingkat. Kemudian mari kita dengar doanya yang sangat masyhur sebagi salah satu ahli syahid medan Uhud, ia berdoa “Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk menemui syahid, dan janganlah aku dikembalikan kepada keluargaku!”
Karena permintaannya yang amat sangat, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberinya ijin untuk turut. Maka diambilnya alat-alat senjatanya, dan dengan hati yang diliputi oleh rasa puas dan gembira, ia berjalan berjingkat-jingkat. Kemudian mari kita dengar doanya yang sangat masyhur sebagi salah satu ahli syahid medan Uhud, ia berdoa “Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk menemui syahid, dan janganlah aku dikembalikan kepada keluargaku!”
Allah
telah mengatur setiap urusan manusia. Demikian juga dengan dua pasukan yang
telah saling berhadapan di bawah bukit Uhud. Perang berkecamuk dengan sengit.
Teriknya matahari makin menambah peluh dan kelelahan diantara dua pasukan.
Pasukan kaum muslimin terus mendesak mundur pasukan Quraisy sebelum akhirnya
mereka dibuat terkejut oleh pasukan berkuda Khalid bin Walid yang waktu itu belum
masuk Islam berhasil menguasai Bukit Uhud yaitu tempat paling strategis untuk
menyerang musuh dengan anak panah. Pasukan kaum muslimin kehilangan ritme
perjuangan sehingga bisa didesak mundur.
Hal
itu tidak membuat Amr bin Jamuh bersama keempat putranya menyusut
keberaniannya, mereka maju ke depan menebaskan pedangnya kepada tentara penyeru
kesesatan dan pasukan syirik.
Di
tengah-tengah pertarungan yang hiruk pikuk itu Amr melompat , dan sekali lompat
pedangnya menyambar satu kepala dari kepala-kepala orang musyrik. Ia terus
melepaskan pukulan-pukulan pedangnya ke kiri ke kanan dengan tangan kanannya,
sambil menengok ke sekelilingnya, seolah-olah merrgharapkan kedatangan Malaikat
dengan secepatnya yang akan menemani dan mengawalnya masuk syurga.
Memang
ia telah memohon kepada Allah agar diberi syahid dan ia yakin bahwa Allah SWT
pastilah akan mengabulkannya. Dan ia rindu, amat rindu sekali untuk berjingkat
dengan kakinya yang pincang itu dalam surga, agar ahli surga itu sama
mengetahui bahwa Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam itu tahu bagaimana caranya memilih shahabat
dan bagaimana pula mendidik dan menempa manusia.
Dan
apa yang ditunggu-tunggunya itu pun tibalah, suatu pukulan pedang yang
berkelebat menghantarkannya ke tempat paling indah yang selama ini ia impikan.
Pukulan itu begitu keras hingga ia tidak bisa bangun lagi dan melanjutkan
perjuangan karena ia kini akan melanjutkan perjalanan menuju syurga.
Dan
tatkala Kaum Muslimin memakamkan para syuhada mereka, Rasulullah SHALLALLAHU
ALAIHI WA SALLAM memerintahkan kepada
kaum muslimin tentang apa yang mesti dilakukan terhadap jasad Amr bin jamuh “
Perhatikanlah, kuburkanlah jasad Abdullah bin Amr bin Haram dan Amr bin Jamuh
di makam yang satu, karena selagi hidup mereka adalah dua orang shahabat yang
setia dan saling berkasih sayang”
Demikian
indah kehidupan Amr bin Jamuh. Dengan kaki pincang itu ia telah meraih puncak
kenikmatan di taman taman syurga..pasti anda semua tertarik kan??
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 Responses to “Kaki pincang yang menghantarkan ke Surga”
Posting Komentar